Skip to main content

jumat malam

gue gak ngerti lagi,

kemaren jumat emosi gue bener bener naik banget.
semua hal yang gue pikirin tumpah jadi satu,
jadi satu hal yang bikin gue muak,
muak sama diri gue sendiri yang gak bisa nempatin diri, gak bisa ada buat ngedukung sampe abis, gak bisa bersikap lebih bijak dan nahan emosi sendiri,
gue juga muak sama orang orang yang gak mau ngeluarin suaranya,
sama orang orang yang cuma mau enaknya doang, 
sama temen temen yang harusnya bisa melakukan hal lebih baik lagi..

dan gue paling muak sama wasit geblek !

sepanjang perjalanan pulang, mata gue berair,
bukan karena gue cengeng, tapi karena gue marah sama diri sendiri,
gue marah sama diri sendiri dan gue gak tau gimana melampiaskannya

bocah dan kekanak-kanakan emang,
tapi ya inilah gue,
dengan segala ketidakberdayaan gue .
sedih, pahit

susah buat menggambarkan malam itu,
sedih banget

malam itu,
kekalahan yang gue rasain, bukan cuma di lapangan
tap di hati gue juga.
hati gue kalah malam itu.



Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...

Rindu

Ada yang tergerus pada yang dibilang hati, menelungkup sanubari, kelu. terbawa angin sendu, terhanyut hujan, biru. berpeluk pada satu ingatan, haru. jatuh dalam bayang kala itu. metamorfosa tak selamanya berlaku. beginikah rasanya jika temu, hanya berujung rindu? Tasikmalaya, 20-12-2015  Aisyah.