Skip to main content

tapi percuma,

aku mau berlari,
meninggalkan bayangmu yang terus mengikuti.
tapi percuma,
meski gelap dan bayangmu tak tampak,
senyummu masih saja menghampiri
dalam setiap ingatan yang kucoba untuk menghapusnya.

tapi percuma,
seberapa banyak memori baru dalam ingatanku,
ternyata tak menghapus memori menyenangkan yang kau buat,

aku ingin berlari agi,
dari hidup yang pernah kau isi,
dari langkah yang pernah kau iringi,
tapi percuma,
kau terlalu kokoh dan mempesona
aku hanyalah setangkai ranting yang rapuh,
tertiup angin dan terjatuh,
patah.

aku ingin menjadi pohon besar,
dan menciptakan dedaunan dan rantingku sendiri,
tapi percuma,
kau terlanjur menjadi tanah humus yang subur,
sehingga aku tak bisa hidup tanpamu,

baiklah, kali ini aku berhenti
aku ingin memulai sebuah langkah bersamamu.
tapi percuma,
ternyata kau hanya ada,
tapi tak ada untukku.

Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...

Rindu

Ada yang tergerus pada yang dibilang hati, menelungkup sanubari, kelu. terbawa angin sendu, terhanyut hujan, biru. berpeluk pada satu ingatan, haru. jatuh dalam bayang kala itu. metamorfosa tak selamanya berlaku. beginikah rasanya jika temu, hanya berujung rindu? Tasikmalaya, 20-12-2015  Aisyah.