Skip to main content

Mimpi

Menjadi seseorang dengan mimpi dan cita cita yang besar adalah sebuah keharusan . Namun dibalik itu semua, harus ada hal hal yang rela dikorbankan. Sebuah mimpi yang besar, diikuti dengan kerja keras yang harus berkali kali lipat lebih besar.

Bisa jadi, saya menjadi satu dari banyak orang yang mempunyai mimpi dan cita cita yang besar. Tapi semakin tinggi pohon, semakin keras angin yang menghembusnya. Begitu juga hari ini. Saya merasa segala sesuatu menjadi lebih sulit daripada biasanya. Meski sungguh, semangat saya masih sangat membara. Tapi banyak orang orang di samping saya yang mungki atau boleh jadi atau bisa saja, justru mengecilkan semangat yang sedang saya jaga.

Hal yang paling menyedihkan ketika kita membangun mimpi dan berusaha mewujudkannya adalah ketika orang orang terbaik yang ada di sisi kita tidak mendukung kita. Tapi hari ini saya meyakinkan diri bahwa paling tidak, orang orang yang saya maksud masih ada di samping saya untuk membantu saya. Walau hanya dengan mengucapkan kata , " Semangat, Syah! Pasti bisa.."


Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...

Rindu

Ada yang tergerus pada yang dibilang hati, menelungkup sanubari, kelu. terbawa angin sendu, terhanyut hujan, biru. berpeluk pada satu ingatan, haru. jatuh dalam bayang kala itu. metamorfosa tak selamanya berlaku. beginikah rasanya jika temu, hanya berujung rindu? Tasikmalaya, 20-12-2015  Aisyah.