Skip to main content

Cinta Sejati

"Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan terbaiknya. Kebetulan yang menakjubkan"
         -Darwis Tere Liye, dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah-

Tulisan ini didapat dari tumblr nya Rifda. Dan entah kenapa, saya sangat merasa bahwa kalimat kalimat diatas benar adanya. Tentang kegelisahan seseorang yang sedang dirundung cinta yang kadang mungkin terlalu berlebihan. Atau bisa jadi, terlalu tidak sesuai dengan apa yang seharusnya bisa dia lakukan. Saya mungkin bisa berkata seperti ini, karena dirundung cinta (seperti kebanyakan orang seumuran saya) belum sedalam itu pernah saya rasakan. 

Tapi apalah arti mencinta kalau pada akhirnya Tuhan juga yang akan menentukan. Usaha terbaik dari manusia adalah mencari, berperilaku baik, dan berdoa. 

Pada akhirnya, biar Tuhan yang mengaitkan hatinya dengan hati kita, bukan?


perpusat,
dengan iMac,
Aisyah

Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...

Rindu

Ada yang tergerus pada yang dibilang hati, menelungkup sanubari, kelu. terbawa angin sendu, terhanyut hujan, biru. berpeluk pada satu ingatan, haru. jatuh dalam bayang kala itu. metamorfosa tak selamanya berlaku. beginikah rasanya jika temu, hanya berujung rindu? Tasikmalaya, 20-12-2015  Aisyah.