Skip to main content

Lagi

tidak tahu ada berapa banyak hari yang kita pernah lewati bersama,
rasa rasanya terlalu banyak jika dihitung,
dan aku tidak mau menghitungnya.
karena jika dihitung terlalu banyak kenangan yang akan kuingat lagi.
satu persatu,
turun ke bagian diriku yang lain lagi.

perasaan

tidak bisa diingat dan dibuat buat,
terjadi seketika dan akan meluap setiap kali ia dibutuhkan.
dan itu karena semua yang pernah terjadi diantara kita
seperti dulu lagi.

berlari

selama ini aku hanya berusaha berlari
menjauh dari langkah langkah kakimu yang mendekati,
mendekati, memberi arti, tapi kemudian pergi lagi

palsu

rasanya aku pembohong jika aku bilang aku tidak rindu
walau aku tidak tahu bagian mana dari dirimu yang aku rindukan
semuanya utuh
tidak bisa dipisahkan lagi

jangan

jangan ulurkan tangan itu lagi jika kita berjumpa
jangan tawarkan bahu itu lagi untuk bersandar
jangan pamerkan senyum itu lagi di hadapanku
jangan berikan semua hal yang cuma bisa kau pinjamkan untukku
jangan relakan waktumu lagi

cukup

saja aku berdiri disini
memandangi punggungmu pergi
memandangi jemarimu menggenggam
memandangi bagian diriku yang retak dan hancur
saja aku berdiri disini
tidak apa apa
asal kau tidak kembali
lagi



dan jangan kembali
lagi



Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...

Rindu

Ada yang tergerus pada yang dibilang hati, menelungkup sanubari, kelu. terbawa angin sendu, terhanyut hujan, biru. berpeluk pada satu ingatan, haru. jatuh dalam bayang kala itu. metamorfosa tak selamanya berlaku. beginikah rasanya jika temu, hanya berujung rindu? Tasikmalaya, 20-12-2015  Aisyah.