Skip to main content

Optimis

kata orang, optimis itu adalah melihat sisi lain dari sebuah masalah, memikirkan bahwa yang masalah itu bukanlah masalah, dan menjadikan masalah itu teman dalam mengarungi kehidupan.
kata orang orang begitu.

bagi gue sendiri, optimis adalah bentuk narsis tingkat tinggi  yang mengalahkan 'selfie' atau tongsis tongsis yang lagi gaul dan nge tren di zaman sekarang. Optimis lebih mahal harganya dari harga color run yang biasa dibuat selfie sama anak gaul masa kini. Ya, karena dengan optimis, kita berarti yakin dan pede dengan kemampuan diri kita sendiri dan sebisa mungkin percaya bahwa masalah yang ada pasti bisa kita hadapi dengan kemampuan kita. Dan itu lebih narsis daripada kita foto foto dengan tongsis yang nge tren itu.

Jadi, kalau memang mau jadi anak gaul masa kini, dan mau selfie, ya jadilah orang optimis. jangan malah bayar mahal mahal color run cuma biar keliatan narsis dan selfie di path atau instagram . haha.


optimis itu manis
lebih manis dan seorang gadis
karena gadis tanpa optimis
si gadis jadi terlihat miris

optimis itu manis
lenih manis dari rintik gerimis
karena gerimis tanpa optimis
si gerimis tampak habis

optimis itu manis
lebih manis dari pesimis
karena pesimis tanpa optimis
ujung ujungnya pasti menangis. 


-untuk keluarga OPTIMIS
di tengah gerimis,
oleh seorang gadis,
berusaha optimis,
Aisyah

Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...

Rindu

Ada yang tergerus pada yang dibilang hati, menelungkup sanubari, kelu. terbawa angin sendu, terhanyut hujan, biru. berpeluk pada satu ingatan, haru. jatuh dalam bayang kala itu. metamorfosa tak selamanya berlaku. beginikah rasanya jika temu, hanya berujung rindu? Tasikmalaya, 20-12-2015  Aisyah.