Skip to main content

Rangkul

malam selalu punya cerita
tentang seorang yang gelisah
matanya nanar merah penuh tanda tanya
yang menanya yang tiada dijawab
dia duduk berdiri sama sama bimbang
menimbang apa yang dilakukan ribuan kepala lainnya
mengucap tidak jelas komat kamit lamanya
berpikir apa yang kulit hitam ingin lihat dan dengar
entah apa yang membuat mereka lelah
sepertinya kini mengganggu pikiran seorang
entah mungkin langit disana juga sehitam warna kulit mereka
hingga kelabu saja tak nampak
mereka ingin kabur dan seorang menahan
masa harus burung cendrawasih bernyanyi seperti burung gereja?
atau emas harus berubah jadi kepala cerdas
mengantuk seorang melihat wajah sendu
dan masih diharap dapat dilihat sebuah taman terbuka luas
untuk menampung semua anjungan yang ada,
disitu ada sangkar burung burung yang terbang
seorang menahan, agar mereka tidak lepas.
setidaknya jangan saat seorang masih hidup

taken from : http://galleryhip.com/orang-papua.html

Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...

Rindu

Ada yang tergerus pada yang dibilang hati, menelungkup sanubari, kelu. terbawa angin sendu, terhanyut hujan, biru. berpeluk pada satu ingatan, haru. jatuh dalam bayang kala itu. metamorfosa tak selamanya berlaku. beginikah rasanya jika temu, hanya berujung rindu? Tasikmalaya, 20-12-2015  Aisyah.