Skip to main content

Untuk Pujanggaku

Sore berawan, untuk pujanggaku.
entah hujan atau angin yang kan sampaikan padamu,
biarlah asal menggebunya ada di hatimu

usang lelah ini butuh kamu
pada luntai langkah yang membiru
entah langit atau tanah yang memburu
biarlah asal mengeluhnya ada di pikiranmu

patah rusak ini tentang ada kamu
pada pikir harap yang membisu
entah suara merdu atau sumbang yang melagu
biarlah asal melantunnya ada di telingamu

rindu gelisah ini tentang cari kamu
pada senyum tangis yang memadu
entah guguran daun atau terpaan debu yang mengganggu
biarlah asal menyatunya ada di dirimu

pujanggaku
diksi intonasi lirik bait yang ini kaku
karena hati yang mencari dan melaju
pada seseorang yang disebut kamu
entah puisi prosa yang meragu
biarlah asal memilikinya adalah kamu

Aisyah
-menggalau di tengah mengetik bab 1 .
terima kasih, kamu. 

Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...

Rindu

Ada yang tergerus pada yang dibilang hati, menelungkup sanubari, kelu. terbawa angin sendu, terhanyut hujan, biru. berpeluk pada satu ingatan, haru. jatuh dalam bayang kala itu. metamorfosa tak selamanya berlaku. beginikah rasanya jika temu, hanya berujung rindu? Tasikmalaya, 20-12-2015  Aisyah.