Skip to main content

Ya sudahlah

*while playing : Ya Sudahlah-Bondan Prakoso

Malam ini edisi bawa baper (bawa perasaan). super baper
Kata orang, kalah menang itu biasa dalam sebuah pertandingan. Tapi tetep aja, gak mungkin bisa biasa.
Kecewa. malam ini kecewa berat sama diri sendiri. Kecewa sama semua yang terjadi di lapangan,
kecewa karena udah tahun keempat, but I still did the same mistakes.
Kata orang, asal rajin latihan dan semangat pasti bisa.
tapi nyatanya , tetep aja gak bisa di lapangan.
semuanya beda, beda sama latihan.
beda sama semua latihan yang gue lakukan tiap jam enam pagi sampai harus selalu nginep di kosan. huffffff 
the whole team have played so much better . But, I am still the same, just like months or years ago.

sepertinya gue sedang dalam titik ingin menyerah saja untuk urusan ini.
ingin sudahi saja gue semua hal tentang ini.
entah siapa yang tahu apa yang gue rasa.
sampai detik ini masih aja ada yang bilang : selow syah, as usual deh, gapapa kok.
but the 'as usual' give me so much pressure. seems like I always do the wrong things, as usual.
ini tuh seperti, ada satu yang selalu membuat permainan tidak baik, kayak peribahasa nila setitik rusak susu sebelanga.
entahlah, mungkin berlebihan. tapi buat pertandingan tadi, iya.

*rewinding 'Ya sudahlah-Bondan Prakoso"

if only I could feel better while listening to the song. it's okey syah.
just a game, and we still have chances.

'semua ini belum berakhir'
*sok sok an kuat, apus air mata*
*kembali ngerjain skripsi, jadi makin mau nangis lagi*
 




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...

Rindu

Ada yang tergerus pada yang dibilang hati, menelungkup sanubari, kelu. terbawa angin sendu, terhanyut hujan, biru. berpeluk pada satu ingatan, haru. jatuh dalam bayang kala itu. metamorfosa tak selamanya berlaku. beginikah rasanya jika temu, hanya berujung rindu? Tasikmalaya, 20-12-2015  Aisyah.