Skip to main content
Kadang kita merasa bahwa dunia bersekongkol untuk melawan kita, menjatuhkan kita diatas lumpur yang basah, dan menghujani kita dengan kerikil batu yang sakit mengenai badan, menyeret kita ke dalam arus deras kesedihan, dan kita tidak bisa melawan. Merasa menjadi makhluk paling menderita diatas muka bumi ini. murka, dan ingin sekali mengumpat pada setiap orang yang lewat. Tapi sepertinya kita sedang lupa, bahwa saat itu dunia sedang bekerja sama untuk membuat diri kita lebih kuat lagi. Mereka sedang berjibaku untuk menghasilkan kita yang lebih tangguh dan lebih sabar. Dan ketika kita mengutuki keadaan kita, sesungguhnya langit hari itu bahkan menangis karena tidak berhasil mengajarkan kita tentang cara bersyukur.  

kadang kita merasa bahwa kita adalah orang paling tidak berguna di dalam satu lingkungan. Kadang kita terlalu cepat melompat pada kesimpulan dan kemudian menyerah. Ingin berhenti dan hengkang dari peradaban. Ingin menyendiri dan menangis saja. Tapi pada saat itulah sesungguhnya Tuhan sedang menyiapkan hadiah terindah untuk kita ketika kita berhasil melalui masa masa itu. Bukankah Dia selalu bilang : Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Masalahnya sekarang adalah,  Apakah kita percaya bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan? apakah kita percaya pada Tuhan kita? ketika jawabannya adalah iya, maka tidak ada yang perlu ditakutkan lagi. Sesungguhnya Dia yang Maha Mengetahui. 






Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...

Rindu

Ada yang tergerus pada yang dibilang hati, menelungkup sanubari, kelu. terbawa angin sendu, terhanyut hujan, biru. berpeluk pada satu ingatan, haru. jatuh dalam bayang kala itu. metamorfosa tak selamanya berlaku. beginikah rasanya jika temu, hanya berujung rindu? Tasikmalaya, 20-12-2015  Aisyah.