Skip to main content

a lucky me

 i remember hard times ever happened to me, not once. but in many times.

and i remember you were there, supporting me with no doubt. 

you said i did great and i could do even better. 

i remember happy times that brought me endless joy, not once. but in so many times. 

and i remember it was with you, or literally because of you. 

i remember days when we always talk and talk and talk

and that was even comforting, although i know you must felt bored sometimes. 

i remember all those good times, and sometimes i wanna be selfish. 

i wanna stop time and just stop there , beside you. 

laughing and arguing. 

traveling and joking around.  

being together.

 

and i feel lucky.

that i can have this feeling towards someone like you.

thank you for coming into my world, and fill it with your love or anger. 


and if you ever find it hard in anything,

just remember that i am never going anywhere. 

and i can always lend you my hand, my energy. 

and you can always have me as your best supporter. 


oh please

hey there, 

thank you, 

for being my best friend. 

and please, just stay the same

until we grow old. 

Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...

Rindu

Ada yang tergerus pada yang dibilang hati, menelungkup sanubari, kelu. terbawa angin sendu, terhanyut hujan, biru. berpeluk pada satu ingatan, haru. jatuh dalam bayang kala itu. metamorfosa tak selamanya berlaku. beginikah rasanya jika temu, hanya berujung rindu? Tasikmalaya, 20-12-2015  Aisyah.