Skip to main content

Mendung

hai kamu lagi apa?”

Buzz
Buzz
 “aku baru aja mau tidur,”

emang kenapa tidur jam segini?”

“disini kan udah malam,”

kalo gitu, aku ganggu kamu ya?”

“enggak kok, gak apa-apa,”

maaf,”

“gak usah minta maaf, wajar kalau kamu gak tau, kan beda tempatnya.”

enggak kok, sama aja. Disini juga udah gelap.”

“loh kok bisa?”

abisnya mendung banget. Mau hujan kayaknya.”

“oh,”

kamu masih mau tidur ya?”

“enggak, kenapa?”

gak apa. Udah dulu ya, hujannya sudah turun nih, deras banget.

Disconnecting…

Dan hujan deras pun menetes dari kedua matanya yang indah, seindah pagi yang cerah.


 

Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...