Skip to main content

setelah kalkulus

Rasanya kayak baru kemaren deh gue ngepost di blog ini tentang siap gak gue menghadapi kalkulus nanti di kuliahan. Dan hari ini gue udah melalui hari terakhir gue bercinta dengan kalkulus di penghujung semester satu ini (insya Allah lulus nilai bagus ya Allah amin amin).
Jadi ceritanya, tadi tuh gue baru aja menghadapi UAS kalkulus !! weew gue sangat sangat khawatir dengan uas mata kuliah yang satu ini . kenapa? Karena ternyata kalkulus itu emang susaaah.. yah seharusnya sih ini gampang kalau dari awal gue mau belajar banget, Cuma gue awal-awal sangat terbuai dengan kehidupan mahasiswa yang super seru mainnya haha. Jadilah gue lumayan keteteran buat kalkulus ini.

Tapi, semua udah berlalu. Gue udah belajar mati matian buat uas tadi. Yah walaupun tadi gue juga ga bisa bisa amat, tapi yaudahlah yah, gue puas setidaknya ini usaha maksimal yang bisa gue lakukan. Dan gue tinggal berdoa aja supaya bisa lulusss matkul ini. amin amin ya Allah.

Kalkulus? I’ve been with you already. Thanks so much calculus, you’ve made my first semester so colourful :D

semoga lulus kalkulus semester ini ! amin :')

Depok, 2 Januari 2012

Comments

  1. you did it syah. nilai lo memuaskan kaaan? alhamdulillah yaa

    ReplyDelete

Post a Comment

speak out time

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...