Skip to main content

letih


Akhir-akhir ini saya merasa kekurangan menulis. Kekurangan mengeluarkan semua pendapat dan perasaan saya melalui tulisan. Saya merasa kering sekali, dan lelah. Entah karena begitu banyak hal yang saya alami selama dua minggu belakangan, atau karena memang saya sedang tidak begitu bahagia. 

Dan saya benci ketidakbahagiaan itu.

Saya adalah orang yang selalu ingin berbahagia, dan bisa membahagiakan orang lain. Tapi saya marah ketika banyak pihak mempertanyakan itu dengan ketidakrasionalan dan keegoisan mereka. Mereka pikir hidup ini tidak sesederhana itu. Memang benar, tapi caranya mungkin salah. 

Ah terlalu bertele-tele dan ambigu. 

Langsung saja saya katakan, saat ini saya sedang berusaha merapikan hati-hati yang hancur. Dan mengembalikan senyum di wajah orang.
Sulit. 

Tapi selagi langit belum runtuh, saya ingin membuat orang lain kembali bahagia.

Depok, 29 Maret 2012
Aisyah.

Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...