Skip to main content

apa kabar ?


apa kabar senandung tawa?
sudah lama bibir ini tak meraup berisik suaramu

apa kabar gelitik gelak ?
sudah lama tubuh ini tak terguncang oleh mu

butiran debu , serpihan kaca,
kepulan abu, potongan arca,
satu , dua

sakit

apa kabar hati hati yang bahagia?
sudah terlalu lama hati ini tak memiliki mu

elok, indah
belok, terengah

apa kabar dirimu ?
sudah lama aku tak merasakan kehadiranmu


di rumah,
yang katanya tempat paling nyaman untuk berpulang, 
Aisyah.

Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...