Skip to main content

Hujan Bulan Juni

Seorang teman yang baik hati memberikan saya sebuah buku kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono sebagai hadiah ulang tahun saya, sejauh ini, buku itu hadiah terbaik tahun ini.

Judul bukunya sama seperti judul salah satu puisi favorit di dalamnya , dan begini bunyinya

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih atid
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu.

(1989)
Sapardi Djoko Damono

dan sepertinya,
hujan bulan juni ini sedang singgah
di rongga hati saya,
di luar jendela kamar saya,
padahal ini bukan bulan juni
tapi ah sudahlah..

Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...