Skip to main content

bagaimana kalau

bagaimana kalau
orang yang paling kau sayangi berubah menjadi sumber perkara
dalam setiap hari yang kau berusaha bahagia di dalamnya

bagaimana kalau
yang dinamakan keluarga itu tak selamanya baik
kadang ada kecemburuan dan ketidakadilan yang menyerang diantara mereka

bagaimana kalau
kau bahkan bertambah pusing setiap kali masuk ke rumah
dimana rumah harusnya memberikan kedamaian

bagaimana kalau
kebahagiaan itu satu persatu terenggut dan kau harus mulai semuanya dari awal

bagaimana kalau

semua termyata benar benar terjadi dalam sebuah kehidupan manusia

adakah yang bertahan tersenyum diantara huru hara sedarah


bagaimana kalau

berhenti prasangka dan mulai berdoa adalah kedok belaka




Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...