Skip to main content

Nuraini Yuwanita Wakan

Dia adalah seorang perempuan yang begitu mempesona.
Sebagai seorang penulis, dia adalah seorang penulis yang menginspirasi. Setiap kata yang dituliskannya bisa menghasilkan motivasi dan memberi banyak informasi.
Sebagai seorang pemimpin, dia adalah pemimpin yang baik. Dia mau membaur dengan semua yang ada di bawahnya. Dia tidak lantas tegak berdiri paling depan, tapi mau mundur ke belakang.

Sebagai seorang kakak, dia adalah kakak yang sangat sayang pada adiknya. Mungkin, kalau aku jadi Faris, aku akan sangat bahagia sekali karena punya kakak yang baik seperti dia.
Sebagai individualis, dia adalah individu yang sangat bekerja keras dan bermimpi tinggi. Dia mau berusaha lebih dari sekedar yang dia mampu untuk mewujudkan semua cita cita dan mimpinya.
ternyata aku ga punya foto kita berdua

Dan sebagai seorang teman, dia sangat luar biasa. Dia adalah teman yang mau mendengarkan. Dia adalah teman yang sangat baik dan setia. Dan bagiku, dia lebih dari sekedar teman, dia adalah sahabat, dan dia adalah saudara. Dan bagiku dia sangat special, karena dia mengalami banyak hal pahit bersamaku.




Hari ini genap sudah bertambah usiamu. Semoga kau bisa tetap menjadi seorang Nuraini Yuwanita Wakan yang luar biasa di segala hal yaa.

Kau seperti kertas origami,
Yang selalu penuh warna dan warni,
Yang bisa dilipat menjadi berbagai macam bentuk yang unik,
Yang meskipun sudah lecek, tetap saja bisa menjadi bentuk yang bagus,
Bagiku kau adalah kertas origami,
Yang bisa menemani siapapun, dalam bentuk apapun,
 dengan warna yang indah..


Selamat ulang tahun kawan.. semoga umurmu semakin berkah dan bermanfaat.

Bekasi, 6 Januari 2012.
sahabatmu, Aisyah.

Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...