Skip to main content

masih

Kadang suka terpikir 

kapan ya semua ini berakhir dengan bahagia. 

patah hati yang sudah diketahui bertahun tahun lalu, akhirnya terjadi

dan ketika diri ini masih berjuang hidup dan melawan rasa sakit  

Tuhan kasih lagi rasa sakit lainnya yang luar biasa jauh lebih sakit

Lalu Tuhan sertakan rasa sakit itu dengan ingatan-ingatan traumatis

dengan seluruh tangis masa lalu yang kembali teringat

lalu bersatu dengan air mata dan air keringat baru baru ini

setiap hari berjuang menghadapi waktu yang tidak bisa dibeli

membagi diri untuk sempurna semuanya sayangnya aku tidak bisa

sambil tetap berfikir materi 

tidak sempat menata diri dan hati

Tuhan tidak izinkan aku berhenti sehari saja

berpacu dengan waktu dan masa lalu

masa kini terombang ambing tak menentu

entah masa depan apa yang sedang Tuhan siapkan untukku

masih berdoa dan berusaha percaya 

bahwa kebahagiaan itu akan datang nanti

dan ini semua akan terlewati perlahan tapi pasti

dan aku masih bisa bernafas hari demi hari


Comments

Popular posts from this blog

Aku cinta padamu, Indonesia

Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia   yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...