bagaimana mungkin aku jatuh pada sebuah prahara melelahkan yang tiada hujan yang dapat menghapus jejaknya. selepas lalu berharap saja aku dapat beranjak dari kesunyian lelah yang singgah. bagaimana mungkin aku bangkit dari ruang sesak pengap ketika arteri dialirkan rindu. perkara ini tiada henti tanpa ada yang kau sebut temu pada satu waktu. bicaralah kamu pada senjaku yang kan berakhir lagi, bagaimana mungkin aku masih harus menunggu?
Indonesia, sebuah negeri dengan segala keelokan dan pesona. Negeri di tenggara Asia yang patut dipertanyakan: seberapa besar cinta rakyatnya kepadanya? Aku mungkin hanyalah seorang biasa, tapi aku akan mencoba menggambarkan seberapa besar cintaku kepada negeri ini melalui rangkaian kata sederhana ini. Atau mungkin, aku akan mencoba membuat kalian tahu bagaimana caraku mencintai negeri ini, mencintai baik dan buruknya. Aku terlahir di negeri ini. Aku tumbuh dan menghirup udara di negeri ini, begitu juga sekitar dua ratus juta penduduk Indonesia yang lain. Ketika aku lahir, Indonesia masih dipimpin seorang “Bapak Pembangunan” yang katanya memberikan banyak perubahan dan kemajuan, tapi juga banyak meninggalkan hutang bagi Indonesia. Tapi aku tak peduli, aku mulai merasakan cinta pada negeri ini mulai tumbuh sejak hari pertama aku melihat dunia. Inilah negeriku, tempat hidungku menghirup udara pertamanya atau tempat tangisku pertama kali pecah. Dan aku mencintainya, dengan te...
Comments
Post a Comment
speak out time